PROTECTING MARGIN IN ENERGY, OIL & GAS and MINING CONTRACTS
Managing Project Change, Delay & Payment Exposure
Sebuah proyek bisa selesai secara teknis. Deliverables tercapai. Tim Kontraktor dan Service Provider sudah bekerja keras. Namun ketika proyek ditutup, margin justru tidak sesuai harapan.
Sering kali penyebabnya bukan satu dispute besar, melainkan keputusan-keputusan kecil yang terjadi setiap hari—pekerjaan tambahan tanpa approval yang jelas, scope yang perlahan meluas, instruksi informal, approval yang terlambat, variation yang tidak terdokumentasi, hingga pembayaran yang tertahan karena dokumentasi yang lemah.
Inilah realitas yang berulang dalam berbagai proyek di sektor energi dan pertambangan—mulai dari EPC, oil & gas services, mining services, fabrication, operation & maintenance, offshore operations, hingga berbagai proyek technical services lainnya.
MENGAPA PROGRAM INI PENTING?
Banyak profesional project dan contract memahami aspek teknis pekerjaannya. Namun tantangan terbesar sering muncul di area abu-abu yang penuh tekanan:
- Apa yang harus dilakukan ketika owner meminta pekerjaan tambahan secara informal?
- Bagaimana merespons ketika scope berubah, tetapi variation belum jelas?
- Kapan sebuah delay harus mulai didokumentasikan?
- Bagaimana jika payment tertahan padahal pekerjaan sudah berjalan?
- Bagaimana menjaga posisi komersial tanpa merusak hubungan kerja dengan owner?
Pada awalnya mungkin terlihat sebagai keputusan kecil agar proyek tetap berjalan. Namun dalam praktiknya, akumulasi keputusan tersebut sering berujung pada biaya yang terus bertambah tanpa recovery yang jelas, pekerjaan tambahan yang tidak pernah dapat ditagih, pembayaran yang tertahan, hingga posisi komersial kontraktor yang semakin melemah.
Program ini dirancang untuk membantu para profesional contractor dan service provider menghadapi tantangan tersebut dengan pendekatan yang lebih terstruktur, lebih percaya diri, dan lebih disiplin dari sisi komersial.
SIAPA YANG PERLU IKUT
Program ini dirancang untuk perusahaan penyedia jasa / kontraktor di sektor Energi, Oil & Gas, EPC, dan Pertambangan yang terlibat dalam pelaksanaan proyek.
Sangat relevan bagi: Contract Engineer, Contract Administrator, Commercial Engineer, Project Engineer, Project Controls Personnel, Tender Team, Procurement Professional, Operations Coordinator, Junior to Mid-Level Project Manager, Service Delivery Coordinator, dan Business Development Support Team.
APA YANG AKAN DIPELAJARI?
Selama program intensif 2 hari ini, peserta akan membahas berbagai tantangan operasional dan komersial yang paling sering dihadapi kontraktor dan service provider dalam proyek energi dan pertambangan, yang sering menjadi penyebab kebocoran margin, keterlambatan pembayaran, hingga melemahnya posisi komersial proyek.
- Memahami di mana margin proyek sebenarnya hilang
Banyak kerugian tidak muncul dari satu kejadian besar, melainkan dari area-area yang sering luput dari perhatian. Peserta akan belajar mengidentifikasi contract risk hotspots, hidden scope expansion, contract handover gaps, serta ketidaksinkronan internal yang kerap menjadi akar masalah. - Mengelola perubahan pekerjaan dengan disiplin yang lebih kuat
Bagaimana mengenali variation sejak dini, menanggapi perubahan secara tepat, dan menghindari situasi tidak dapat memperoleh recovery komersial atas pekerjaan tambahan yang sudah dilakukan. - Menghadapi instruksi informal dan situasi grey zone
Dalam pelaksanaan proyek, tekanan untuk bergerak cepat sering melahirkan instruksi verbal, kewenangan yang tidak jelas, atau permintaan untuk “jalan dulu.” Peserta akan mempelajari cara menanggapi situasi tersebut tanpa melemahkan posisi komersial proyek. - Mengenali delay sebelum berdampak pada biaya dan cash flow
Tidak semua delay langsung terlihat sebagai masalah komersial, hingga akhirnya biaya meningkat dan cash flow terganggu. Peserta akan membangun disiplin dalam pencatatan kejadian, dokumentasi, dan menentukan waktu eskalasi yang tepat. - Mengurangi payment exposure
Mengapa pekerjaan sudah berjalan, tetapi pembayaran tetap tertahan? Program ini membahas akar persoalan yang sering terjadi, mulai dari ketidakjelasan mengenai kapan pekerjaan dianggap selesai dan dapat diterima, ketidaksepakatan terkait pencapaian milestone pekerjaan, sertifikasi yang tertunda, hingga kelemahan dalam dokumantasi. - Menghadapi percakapan komersial yang sulit dengan lebih percaya diri
Mulai dari variation yang ditolak, resistance terhadap pembayaran, hingga perbedaan interpretasi lingkup pekerjaan. Peserta akan mempelajari pendekatan praktis untuk menghadapi percakapan komersial yang sulit secara profesional dan efektif. - Integrated Project Simulation: menghadapi tekanan proyek yang realistis
Sebagai penutup, peserta akan dilatih menghadapi situati lapangan melalui simulasi berbasis skenario proyek yang mencerminkan tekanan dan ditantang untuk mengambil keputusan komersial secara terstruktur dalam situasi yang kompleks.
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
Program ini menggunakan pendekatan praktek lapangan melalui workshop interaktif, diskusi kasus, latihan-latihan berbasis scenario lapangan, role-play, simulasi terintegrasi, serta frameworks praktis yang dapat langsung diterapkan di tempat kerja.
Because margin is not only lost in disputes.
It is often lost in everyday project decisions.
Lily Sastriyanti, S.IP., M.H., CIPS, BNSP Certified Trainer
Lily Sastriyanti adalah praktisi senior Procurement & Contract Management dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di sektor energy, khususnya industri hulu migas, offshore operations, dan project contracting.
Beliau memiliki pengalaman memimpin fungsi procurement, contract management, vendor governance, dan commercial risk management di berbagai perusahaan energi terkemuka, termasuk CNOOC SES, Ltd, PT Pertamina Hulu Energi OSES, INPEX Masela, dan HCML.
Keahlian beliau mencakup contract strategy, variation management, negotiation, contract governance, commercial risk, serta claim prevention melalui disciplined project execution.
Sebagai fasilitator, Lily dikenal dengan pendekatan yang highly practical, commercially grounded, dan berbasis real project realities, membantu peserta memahami bagaimana keputusan sehari-hari dalam proyek dapat memengaruhi margin, cash flow, dan posisi komersial kontraktor.
Hari 1 — Mastering the Tender Process
- Gambaran Umum Industri Hulu Migas
- Pemahaman Pedoman Pengadaan Barang & Jasa di Industri Hulu Migas
- Perencanaan tender dari perspektif KKKS
- Siklus Pengadaan Hulu Migas berbasis PTK 007 Buku Kedua Rev. 5 & Amandemennya
- Strategi penyusunan penawaran
Hari 2 — TKDN: Verifikasi, Perhitungan & Strategi
- Regulasi TKDN (PTK 007 & Permenperin No. 35/2025)
- TKDN barang, jasa, dan gabungan
- Workshop perhitungan TKDN (hands-on)
- Penentuan komitmen TKDN
- Strategi menghindari sanksi TKDN
Day/Date
15-16 July 2026
Investment
Rp.9.500.000*/participant
*) Daftar sebelum tanggal 25 Juni 2026: Rp.8.500.000,- *) Termasuk Coffee Break, Luncheon, Workshop Material, Certificate *) Cancellation Fee : 7 days before the event : 80%
Venue
RA Suites - Simatupang, Jakarta
Further Information
Whatsapp: +62-858-9999-8800
Telephone: +62-21-2245-8787
Email: marketing@petromindo.com
